RSS
Hello! Welcome to my blog. You can know anything about me here. Hope you like my post my notes.Enjoy it friends!

Tugas Softskill (Ilmu Budaya Dasar)


Nama               : Michael Satrio Prakoso
Kelas               : 1IA15
NPM               : 54410389
  
Facebook Mengancam Kesehatan Mental dan Kebudayaan Manusia
            Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan.
            Namun saat ini, manusia telah mengesampingkan makna sesungguhnya dari budaya yang positif. Contoh kasus saja tentang Facebook. Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial. Hal tersebut telah menciptakan budaya individualisme. Padahal sikap budaya yang seperti ini dapat mengganggu akal dan emosi manusia. Kenapa begitu, contohnya saja tentang Facebook tadi. Kecanduan akan Facebook akan membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Sebenarnya, tujuan dari Facebook adalah semata-mata untuk berhubungan dengan orang lain dan saling tukar informasi yang positif. Namun, manusia telah menyalahgunakannya. Hal demikian menyebabkan hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya.


Penjelasan singkat:
   Dari contoh kasus di atas memperlihatkan bahwa telah terjadi pergeseran manfaat positif ke negatif. Media yang seharusnya memberikan kegunaan malah berbalik menimbulkan suatu petaka. Individu yang sudah kecanduan situs jejaring sosial, terutama facebook dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan mental. Hal ini dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, karena akan timbul berbagai penyakit. Selain itu, perilaku indivu pun mengalami perubahan. Individu yang ketagihan dengan situs jejaring sosial ini akan lebih mengarah ke sifat individual, karena individu tersebut sibuk dengan dunia maya. Bahkan tak jarang para pelajar yang membolos sekolah hanya untuk pergi ke warnet demi mengakses situs tersebut.
   Rasa ketidakpedulian terhadap sekitarnya pun tumbuh. Apabila hal ini dibiarkan terus-menerus maka individualisme akan meningkat dan dapat berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat. Karena lebih cenderung lebih terbuka pada dunia maya dibanding dengan orang-orang di sekitarnya.
Rasa gotong royong, tolong menolong, toleransi, saling menghormati dan menghargai dapat pudar apabila tidak dilakukan langkah penanggulangan terhadap fenomena dari gejala sosial yang ada ini. Sangat dibutuhkan kesadaran dari tiap-tiap individu tentang pentingnya hidup bermasyarakat, karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Komunikasi dan kemajuan teknologi jangan disalahgunakan, sehingga tidak terjadi pergeseran manfaat yang dapat merugikan bahkan menimbulkan suatu petaka.
   Oleh karena itu, hendaknya fenomena ini dapat dilakukan solusi seperti dimulai dari lingkugan keluarga. Orang tua harus ikut memantau dan membimbing anak-anaknya saat mengakses dunia maya. Yang paling utama adalah penanggulangan dari diri sendiri. Dalam diri kita harus mulai ditanamkan sikap bijak dan dapat mengendalikan keegoisan kita, termasuk saat mengakses situs ini. Kita harus dapat mengendalikan diri kita agar tidak kecanduan. Salah satunya dengan berbaur pada lingkungan sekitar, meningkatkan sosialisasi, mengisi waktu luang dengan hal yang  berguna. Hendaknya juga, kita dapat menggunakam facebook dengan bijak dalam tingkat kewajaran.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Michael Satrio. All rights reserved.
Free WordPress Themes Presented by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy